Upaya DWP ANRI dan KPK Membangun Karakter Berintegritas Kuat

DKI jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan Jumat Berbagi (JUBI) ANRI untuk memperkuat peran keluarga dalam pencegahan korupsi. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota DWP ANRI ini menghadirkan KPK melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat sebagai narasumber dan dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 secara daring dengan tema “Dari Hati ke Perilaku: Membangun Karakter Berintegritas yang Kuat.”  

Turut hadir dalam kegiatan ini Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi selaku narasumber, David Sepriwasa, Kepala ANRI, Bapak Mego Pinandito, Ketua DWP ANRI, Ibu Tika Mego Pinandito, serta sebanyak 201 peserta yang merupakan anggota DWP ANRI. 

Kegiatan dibuka oleh Tika Mego Pinandito selaku Ketua DWP ANRI yang mengharapkan bahwa kegiatan pada siang hari itu dapat memperkaya pemahaman dan semangat seluruh peserta dalam menanamkan nilai kejujuran, keterbukaan dan keteladanan yang tumbuh pertama kali dari lingkungan keluarga. Ia juga mengingatkan kembali fungsi dharma wanita salah satunya adalah penguatan-penguatan nilai untuk keluarga yang diawali dari rumah tangga dan pemberdayaan dari seluruh anggotanya. 

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Mego Pinandito selaku kepala ANRI. Ia menjelaskan bahwa Konsistensi merupakan kunci penting dalam membangun sikap. “Anak-anak yang tumbuh dengan tuntunan integritas yang kuat akan menjadi pribadi yang disiplin generasi jujur, pemimpin masa depan dan generasi yang mengisi Indonesia emas,” ujarnya. Selain itu, ia juga menyebutkan dorongan kuat dari hati nurani merupakan pondasi utama dalam membangun integritas. 

Selanjutnya, sesi materi disampaikan oleh David Sepriwasa selaku Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam paparannya, ia menjelaskan terkait sekilas mengenai korupsi dan strategi pemberantasan korupsi yang dimiliki oleh KPK. Dalam strategi ini, diperlukan adanya dukungan peran serta masyarakat termasuk di lingkungan keluarga, salah satunya adalah dengan saling mengingatkan antar anggota keluarga khususnya para pasangan. 

“Kunci keluarga bahagia ada tiga. Pertama adalah honesty, pentingnya kejujuran antar pasangan. Kedua, openness, saling keterbukaan. Lalu yang ketiga, trust, saling percaya. Jadi, ini dikenal dengan HOT, kunci keluarga bahagia,” ujarnya